بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Azza wa Jalla berfirman :
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (24) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (25) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (26) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27)
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (Yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.“ Maka Dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.“ [Q.S Adz-Dzariyat ayat 24-27]
Memuliakan tamu adalah bagian dari ibadah yang Allah syari’atkan kepada kita semua. Rasulullah saw telah memberikan keteladanan dalam hal ini.
Di dalam ayat ini Allah SWT setidaknya menyebutkan 4 adab dalam menerima tamu :
- قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ.Bersegera menyambut tamu
- فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ.Menyuguhkan jamuan terbaik.
- فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ.Mendekatkan makanan kepada tamu.
- قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ.Berbicara dengan lembut dan sopan.
وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين
- Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
- Rujukan : Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Adwaul Bayan
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits