بسم الله الرحمن الرحيم
Dzikir merupakan amalan yang sangat agung dalam Islam, yang kedudukannya tidak hanya sebagai ibadah lisan, tetapi juga sebagai penghidup hati dan penenang jiwa. Melalui dzikir, seorang hamba senantiasa terhubung dengan Rabb-nya dalam setiap keadaan, baik di waktu lapang maupun sempit. Oleh karena itu, para ulama sejak dahulu sangat menekankan pentingnya memperbanyak dzikir dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kitab Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan begitu banyak faedah dan keutamaan dzikir yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berkaitan dengan hati, jiwa, maupun kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini menunjukkan bahwa dzikir bukan sekadar amalan ringan, tetapi memiliki dampak yang sangat luas dan mendalam bagi seorang mukmin.
Faedah-faedah Dzikir *
- Mengusir setan.
- Mendatangkan keridaan Allah.
- Menghilangkan kegelisahan dan kesedihan.
- Mendatangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kelapangan.
- Menguatkan hati dan tubuh.
- Mencerahkan wajah dan hati.
- Mendatangkan rezeki.
- Memberi wibawa, keindahan, dan kecerahan pada orang yang berdzikir.
- Menumbuhkan kecintaan (kepada Allah).
- Menumbuhkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah).
- Menumbuhkan sikap kembali (bertaubat) kepada Allah.
- Mendekatkan diri kepada Allah.
- Membuka pintu besar menuju ma‘rifat (mengenal Allah).
- Menumbuhkan rasa takut dan pengagungan kepada Allah.
- Menjadikan Allah mengingat hamba tersebut.
- Menghidupkan hati.
- Menjadi makanan hati dan ruh.
- Membersihkan hati dari kotorannya.
- Menghapus dosa-dosa.
- Menghilangkan rasa jauh antara hamba dan Rabb-nya.
- Dzikir yang dilakukan akan mengingatkan pelakunya saat kesulitan.
- Siapa yang mengenal Allah saat lapang, Allah akan mengenalnya saat sempit.
- Menyelamatkan dari azab Allah.
- Menjadi sebab turunnya ketenangan.
- Menyibukkan lisan dari ghibah dan namimah.
- Majelis dzikir adalah majelis para malaikat.
- Orang yang berdzikir akan berbahagia dengan dzikirnya.
- Menjaga dari penyesalan pada hari kiamat.
- Jika disertai tangisan dalam kesendirian, menjadi sebab mendapat naungan Allah.
- Menjadi sebab mendapat pemberian terbaik dari Allah.
- Termasuk ibadah yang paling mudah.
- Menjadi tanaman (amal) di surga.
- Pahala dan keutamaannya tidak tertandingi oleh amalan lain.
- Dzikir yang terus-menerus menjaga dari kelalaian yang membawa kesengsaraan.
- Membuat hamba tetap “berjalan” (dekat kepada Allah) meski sedang berbaring.
- Menjadi cahaya bagi pelakunya di dunia.
- Termasuk amalan yang paling utama.
- Kebutuhan hati yang tidak bisa dipenuhi kecuali dengan dzikir.
- Mengumpulkan hati yang tercerai-berai.
- Membangunkan hati dari kelalaiannya.
- Menjadi “pohon” yang menghasilkan ilmu dan keadaan iman.
- Mendekatkan kepada yang diingat (Allah).
- Seperti memerdekakan budak dan bersedekah harta.
- Termasuk puncak syukur.
- Orang paling mulia adalah yang lisannya selalu basah dengan dzikir.
- Melembutkan hati yang keras.
- Menjadi obat dan penyembuh hati.
- Dasar dari kecintaan kepada Allah.
- Menjadi sebab datangnya nikmat dan tertolaknya musibah.
- Menyebabkan Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang berdzikir.
- Majelis dzikir seperti taman surga di dunia.
- Majelis dzikir dihadiri para malaikat.
- Allah membanggakan ahli dzikir di hadapan malaikat.
- Orang yang terus berdzikir masuk surga dengan gembira.
- Semua ibadah disyariatkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah.
- Orang terbaik dalam setiap amal adalah yang paling banyak dzikirnya.
- Dzikir dapat menggantikan sebagian amalan sunnah.
- Termasuk penolong terbesar dalam ketaatan.
- Memudahkan hal-hal yang sulit.
- Menghilangkan rasa takut dalam hati.
- Memberikan kekuatan kepada pelakunya.
- Ahli dzikir adalah yang paling unggul dalam “perlombaan” akhirat.
- Menjadi sebab Allah membenarkan hamba-Nya.
- Rumah di surga dibangun dengan dzikir.
- Menjadi penghalang dari neraka.
- Malaikat memohonkan ampun untuk orang yang berdzikir.
- Gunung dan bumi bergembira dengan orang yang berdzikir di atasnya.
- Banyak dzikir menjadi pengaman dari kemunafikan.
- Dzikir memiliki kelezatan yang tidak tertandingi.
- Memberi kecerahan wajah di dunia dan cahaya di akhirat.
- Menjadi sebab banyaknya saksi bagi hamba di hari kiamat.
- Menyibukkan dari perkataan yang sia-sia.
Dari berbagai faedah yang telah disebutkan, tampak jelas bahwa dzikir adalah kunci kebahagiaan dan ketenangan hidup. Ia menjadi sebab datangnya rahmat, diangkatnya derajat, serta terhapusnya dosa-dosa. Bahkan, dzikir juga menjadi pelindung dari berbagai keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.
Seorang hamba yang membiasakan dirinya dengan dzikir akan merasakan perubahan besar dalam hidupnya. Hatinya menjadi lebih tenang, lisannya terjaga, dan langkahnya lebih terarah menuju kebaikan. Ia pun akan merasakan kedekatan dengan Allah yang tidak dapat digantikan oleh kenikmatan dunia apa pun.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan dzikir sebagai amalan yang senantiasa kita jaga dan kita hidupkan dalam keseharian. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, sehingga kita memperoleh kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Aamiin.
- 📕 Al-Wabil Ash-Shayyib – Ibnul Qayyim
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits