Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

3 Penyebab Hilangnya Keberkahan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Keberkahan merupakan sesuatu yang sangat diharapkan oleh setiap manusia dalam kehidupannya. Dengan keberkahan, sesuatu yang sedikit dapat menjadi cukup, waktu yang sempit terasa lapang, dan amal yang kecil dapat menghasilkan pahala yang besar. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya selalu berusaha untuk meraih keberkahan dalam setiap aspek kehidupannya.

Namun pada kenyataannya, banyak orang yang mengeluhkan hilangnya keberkahan dalam hidup mereka. Harta yang banyak terasa kurang, waktu terasa sempit, dan ketenangan hati sulit dirasakan. Padahal Islam telah menjelaskan bahwa keberkahan sangat berkaitan dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ta‘ala.

Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A‘raf: 96)

Jika kita kembali kepada Al-Qur’an dan ajaran Nabi ﷺ, kita akan mengetahui bahwa keberkahan memiliki sebab-sebab yang mendatangkannya, dan juga ada sebab-sebab yang dapat menghilangkannya. Oleh karena itu, penting bagi seorang muslim untuk memahami hal-hal yang dapat menyebabkan hilangnya keberkahan agar ia dapat menjauhinya.

 

1. Lemahnya Iman (ضعف الإيمان)

Lemahnya iman merupakan salah satu sebab utama hilangnya keberkahan dalam kehidupan seseorang. Iman yang kuat akan mendorong seseorang untuk taat kepada Allah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Sebaliknya, ketika iman melemah, seseorang akan mudah terjerumus ke dalam kelalaian dan dosa.

Iman yang lemah juga membuat seseorang kurang bersandar kepada Allah dan lebih bergantung kepada kekuatan dirinya sendiri atau kepada dunia. Akibatnya, hatinya menjadi jauh dari ketenangan dan keberkahan hidup pun semakin berkurang.

Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu berusaha memperkuat imannya dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, serta memperbanyak dzikir kepada Allah.

2. Sedikitnya Taqwa (قلة التقوى)

Taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan rasa takut kepada-Nya. Dalam banyak ayat Al-Qur’an disebutkan bahwa ketakwaan merupakan sebab datangnya keberkahan, kemudahan, dan pertolongan dari Allah.

Ketika ketakwaan berkurang, maka keberkahan dalam hidup pun akan berkurang. Hal ini karena seseorang tidak lagi menjaga dirinya dari perkara yang dilarang oleh Allah, sehingga kehidupannya dipenuhi dengan berbagai kesulitan dan kegelisahan.

Sebaliknya, orang yang bertakwa akan mendapatkan banyak kebaikan dalam hidupnya. Allah memberikan kemudahan dalam urusannya, melapangkan rezekinya, serta memberikan keberkahan dalam waktu dan amalnya.

3. Meluasnya Ma’siat (إنتشا المعصية)

Maksiat merupakan salah satu penyebab terbesar hilangnya keberkahan, baik dalam kehidupan individu maupun masyarakat. Ketika dosa dan kemaksiatan menyebar luas, maka berbagai musibah dan kesulitan akan muncul sebagai akibatnya.

Dalam sejarah umat manusia, banyak kaum yang ditimpa azab karena mereka tenggelam dalam kemaksiatan dan tidak mau kembali kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa maksiat bukan hanya merusak pelakunya, tetapi juga dapat menghilangkan keberkahan bagi masyarakat secara keseluruhan.

Oleh karena itu, seorang muslim harus berusaha menjaga dirinya dari berbagai bentuk kemaksiatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Selain itu, ia juga dianjurkan untuk saling menasihati dalam kebaikan agar keberkahan tetap terjaga dalam kehidupan.

Maka keberkahan adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan keberkahan, kehidupan menjadi lebih tenang, rezeki terasa cukup, dan amal kebaikan menjadi lebih bernilai di sisi Allah.

Ketika iman melemah, ketakwaan berkurang, dan kemaksiatan meluas, maka keberkahan dalam hidup akan semakin hilang. Hal ini dapat terlihat dari berbagai kesulitan yang dialami manusia, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa berusaha memperbaiki iman dan ketakwaannya, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Dengan demikian, kita berharap agar Allah Ta‘ala melimpahkan keberkahan dalam kehidupan kita di dunia dan memberikan kebahagiaan di akhirat kelak.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين

  • Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
  • Rujukan : Point-point Disadur dari tulisan DR. Husein al-‘Afifi

Lihat Juga

3 Keni’matan Kepada Nabi Nuh ‘alaihisssalam

بسم الله الرحمن الرحيم Tiga kenikmatan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *