بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Azza wa Jalla berfirman :
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (QS. Al-Baqarah: 156)
Hidup di dunia tidak pernah lepas dari ujian. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155–156 bahwa manusia pasti akan diuji dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Namun Allah juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang mampu menyikapinya dengan benar.
Musibah bukan sekadar peristiwa yang menimpa, tetapi cermin yang menampakkan kualitas iman seseorang. Dari musibah terlihat siapa yang marah dan menolak takdir, siapa yang mampu bersabar, siapa yang ridha menerima ketentuan Allah, bahkan siapa yang sampai pada derajat bersyukur atas ujian tersebut.
Ada 4 Tingkatan Manusia Dalam Menghadapi Mushibah
1️⃣ السُّخْطُ
Tidak menerima taqdir Allah baik dengan hati maupun lisan. Bentuknya bisa berupa: marah-marah, mengeluh berlebihan, berteriak-teriak, menyalahkan takdir, menampar pipi, merobek pakaian (sebagaimana kebiasaan jahiliyah)
2️⃣ الصَّبْرُ
Menahan diri dari keluh kesah dan maksiat, meskipun hati masih merasakan sedih dan sakit.
3️⃣ الرِّضَا
Menerima ketetapan Allah dengan hati yang tenang. Tidak sekadar menahan diri, tetapi benar-benar lapang dada.
Perbedaannya dengan sabar, maka sabar masih terasa berat, tapi menahan diri sedangkan Ridha hati sudah tenang menerima.
4️⃣ الشُّكْرُ
Bersyukur, karena merasakan kebaikan dibalik musibah tersebut. Kenapa bisa bersyukur?
- Karena musibah menghapus dosa
- Meninggikan derajat
- Mengingatkan dari kelalaian
- Mendekatkan diri kepada Allah
Semoga dengan memahami tingkatan-tingkatan ini, kita mampu menjadi hamba yang termasuk dalam golongan yang disebutkan Allah: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.”
Semoga Allah ﷻ menjadikan setiap musibah sebagai sebab bertambahnya iman, penghapus dosa, dan pengangkat derajat kita di sisi-Nya. Āmīn.
وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين
- Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
- Rujukan : Tafsir Ibn Utsaimin
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits