Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Tetap Dapat Pahala Ketika Sakit

Beberapa hadis indah tentang bahwa orang yang sakit tetap dituliskan baginya amal yang biasa ia lakukan ketika sehat, di antaranya:

١- فِي حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ مَرْفُوعًا: «أَنَّ الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ: اُكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقًا حَتَّى أُطْلِقَهُ أَوْ أَكْفِتَهُ إِلَيَّ». أَخْرَجَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَأَحْمَدُ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ.

Dalam hadis dari Abdullah ibn Amr ibn al-As secara marfu‘: “Sesungguhnya seorang hamba apabila ia berada di atas kebiasaan yang baik dalam beribadah kemudian ia sakit, maka dikatakan kepada malaikat yang ditugaskan kepadanya: Tulislah baginya seperti amal yang biasa ia lakukan ketika ia dalam keadaan sehat sampai Aku menyembuhkannya atau Aku mewafatkannya.”
Diriwayatkan oleh Abd al-Razzaq al-Sanani dan Ahmad ibn Hanbal, dan disahihkan oleh Al-Hakim al-Naysaburi.

٢- وَلِأَحْمَدَ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ رَفَعَهُ: «إِذَا ابْتَلَى اللَّهُ الْعَبْدَ الْمُسْلِمَ بِبَلَاءٍ فِي جَسَدِهِ قَالَ اللَّهُ: اُكْتُبُوا لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، فَإِنْ شَفَاهُ غَسَلَهُ وَطَهَّرَهُ، وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَرَحِمَهُ

Dalam riwayat Ahmad ibn Hanbal dari hadis Anas ibn Malik secara marfu‘:  “Apabila Allah menguji seorang hamba muslim dengan penyakit pada tubuhnya, Allah berfirman: Tulislah baginya amal saleh yang biasa ia lakukan. Jika Aku menyembuhkannya maka Aku membersihkan dan menyucikannya, dan jika Aku mewafatkannya maka Aku mengampuninya dan merahmatinya.”

٣- وَعِنْدَ الطَّبَرَانِيِّ مِنْ طَرِيقِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ بِلَفْظِ: «أَنَّ اللَّهَ يَكْتُبُ لِلْمَرِيضِ أَفْضَلَ مَا كَانَ يَعْمَلُ فِي صِحَّتِهِ مَا دَامَ فِي وِثَاقِهِ

Dalam riwayat Al-Tabarani melalui jalur Sa‘id bin Abi Burdah dari ayahnya dari kakeknya dengan lafaz: “Sesungguhnya Allah menuliskan bagi orang yang sakit amal terbaik yang biasa ia lakukan ketika sehat selama ia masih dalam keadaan sakit.”

٤- فِي حَدِيثِ عَائِشَةَ عِنْدَ النَّسَائِيِّ: «مَا مِنِ امْرِئٍ تَكُونُ لَهُ صَلَاةٌ مِنَ اللَّيْلِ يَغْلِبُهُ عَلَيْهَا نَوْمٌ أَوْ وَجَعٌ إِلَّا كُتِبَ لَهُ أَجْرُ صَلَاتِهِ وَكَانَ نَوْمُهُ عَلَيْهِ صَدَقَةً

Dalam hadis Aisha bint Abi Bakr yang diriwayatkan oleh Al-Nasa’i: “Tidaklah seseorang memiliki kebiasaan shalat malam lalu ia dikalahkan oleh tidur atau sakit, kecuali tetap dituliskan baginya pahala shalatnya, dan tidurnya itu menjadi sedekah baginya.”

٥- حَدِيثُ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلَّى وَحَضَرَ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَالْحَاكِمُ وَإِسْنَادُهُ قَوِيٌّ، وَذَلِكَ لِكَوْنِهِ اعْتَادَهَا. (الْفَتْحُ ٦/١٥٩)

Hadis: “Barang siapa berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian keluar menuju masjid tetapi ia mendapati orang-orang telah selesai shalat, maka Allah memberinya pahala seperti pahala orang yang menghadiri dan melaksanakan shalat tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Al-Hakim al-Naysaburi, dan sanadnya kuat. Hal itu karena ia telah terbiasa melakukan amalan tersebut.

(Disebutkan dalam kitab Fath al-Bari 6/159).

Lihat Juga

Nabi Musa dan Malaikat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: أرسل ملك الموت إلى موسى …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *