Kesimpulan dari perkataan para ulama tentang hikmah banyaknya istri Nabi ﷺ memiliki beberapa sisi:
- Agar semakin banyak orang yang menyaksikan keadaan pribadi beliau di dalam rumah, sehingga gugurlah tuduhan kaum musyrikin yang menuduh beliau sebagai penyihir atau selainnya.
- Agar kabilah-kabilah Arab mendapatkan kemuliaan dengan adanya hubungan pernikahan dengan beliau.
- Untuk menambah kedekatan dan melembutkan hati mereka terhadap beliau.
- Untuk menambah beratnya beban tugas beliau, karena beliau tetap diwajibkan agar kecintaannya kepada para istri tidak menyibukkannya dari kesungguhan dalam menyampaikan risalah.
- Agar keluarga dan kerabat beliau bertambah melalui jalur para istrinya, sehingga semakin banyak penolong beliau dalam menghadapi musuh.
- Agar hukum-hukum syariat yang tidak diketahui oleh kaum lelaki dapat diriwayatkan, karena banyak perkara yang terjadi antara suami dan istri yang biasanya tersembunyi.
- Agar tampak keindahan akhlak batin beliau. Beliau menikahi Ummu Habibah sementara ayahnya saat itu memusuhi beliau, dan menikahi Shafiyyah setelah ayah, paman, dan suaminya terbunuh. Seandainya beliau bukan manusia paling sempurna akhlaknya, tentu mereka akan menjauh darinya. Namun yang terjadi justru beliau menjadi orang yang paling mereka cintai dibanding seluruh keluarga mereka.
-
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, hal itu juga merupakan kekhususan beliau yang menyalahi kebiasaan manusia, yaitu kuatnya beliau dalam berhubungan dengan istri-istri meskipun beliau sedikit makan dan minum, banyak berpuasa dan sering melakukan puasa bersambung. Padahal orang yang tidak mampu menikah dianjurkan berpuasa karena puasa dapat melemahkan syahwat. Namun kebiasaan ini menjadi kekhususan bagi beliau ﷺ.
Disarikan dari Fath Bari 9/11
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits