عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ»، وَفِي حَدِيثِ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَهُ: «لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ بَعْدَ نُوحٍ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ الدَّجَّالَ»، وَعِنْدَ أَحْمَدَ: «لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ أُمَّتَهُ، وَالنَّبِيُّونَ مِنْ بَعْدِهِ».
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah ada seorang nabi pun kecuali ia telah memperingatkan kaumnya tentang (fitnah) Dajjal.”
Dalam hadis Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi—dan dinilai hasan oleh Tirmidzi—disebutkan: “Tidak ada seorang nabi pun setelah Nuh kecuali telah memperingatkan kaumnya tentang Dajjal.”
Dalam riwayat Ahmad disebutkan:
“Sungguh Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal, dan para nabi setelahnya juga demikian.”
Masalah (Pembahasan)
Timbul pertanyaan tentang bagaimana Nabi Nuh memperingatkan kaumnya tentang Dajjal, padahal dalam hadis-hadis yang sahih disebutkan bahwa Dajjal akan keluar setelah terjadinya beberapa peristiwa tertentu, dan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam akan membunuhnya setelah beliau turun dari langit dan memerintah dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Jawaban
Waktu kemunculan Dajjal belum dijelaskan kepada Nabi Nuh dan para nabi setelahnya. Oleh karena itu mereka memperingatkan kaumnya tentang Dajjal tanpa menyebutkan waktu kemunculannya secara pasti. Mereka hanya memperingatkan agar umat mereka berhati-hati dari fitnahnya.
Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi ﷺ dalam sebagian riwayat:
“Jika ia (Dajjal) keluar sementara aku berada di tengah kalian, maka akulah yang akan menjadi penentangnya.”
Perkataan ini dipahami bahwa pada saat itu waktu kemunculan Dajjal belum dijelaskan kepada Nabi ﷺ. Maka masih mungkin ia muncul pada masa hidup beliau. Namun setelah itu Allah menjelaskan kepada beliau keadaan Dajjal dan waktu kemunculannya, sehingga beliau mengabarkan hal tersebut. Dengan demikian, semua riwayat dapat dipahami secara selaras.
Ibnu Al-‘Arabi berkata:
Peringatan para nabi kepada umat mereka tentang Dajjal adalah bentuk peringatan terhadap berbagai fitnah, sekaligus menenangkan hati orang-orang beriman agar tidak terguncang dalam keyakinan mereka.
Adapun penjelasan Nabi ﷺ yang lebih rinci tentang Dajjal merupakan tambahan dalam memperingatkan umat. Beliau juga memberi isyarat bahwa jika mereka tetap teguh dalam iman, maka mereka akan mampu menolak berbagai syubhat (keraguan) dengan keyakinan yang kuat.
(Fathul Bari 13/102)
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits