Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

QS. Luqman ayat 20-21

﴿أَلَمۡ تَرَوۡا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِ وَأَسۡبَغَ عَلَیۡكُمۡ نِعَمَهُۥ ظَـٰهِرَةࣰ وَبَاطِنَةࣰۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یُجَـٰدِلُ فِی ٱللَّهِ بِغَیۡرِ عِلۡمࣲ وَلَا هُدࣰى وَلَا كِتَـٰبࣲ مُّنِیرࣲ ۝٢٠ وَإِذَا قِیلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُوا۟ مَاۤ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُوا۟ بَلۡ نَتَّبِعُ مَا وَجَدۡنَا عَلَیۡهِ ءَابَاۤءَنَاۤۚ أَوَلَوۡ كَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ یَدۡعُوهُمۡ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِیرِ ۝٢١﴾ [لقمان ٢٠-٢١]

“Tidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepada kalian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi? Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang memberi cahaya.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘Tidak, kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.’ Apakah mereka akan tetap mengikutinya walaupun setan menyeru nenek moyang mereka ke dalam azab neraka yang menyala-nyala?”

 

Penjelasan Lafazh

  • ألم تروا
    Tidakkah kalian mengetahui atau memperhatikan.
  • سخر لكم ما في السماوات
    Allah menundukkan bagi manusia apa yang ada di langit seperti matahari, bulan, bintang, angin, dan hujan.
  • وما في الأرض
    Apa yang ada di bumi seperti pohon, sungai, gunung, laut, dan berbagai makhluk hidup.
  • وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة
    Allah menyempurnakan nikmat yang tampak seperti kesehatan, bentuk tubuh yang baik, dan kesempurnaan anggota badan.
  • وباطنة
    Nikmat yang tersembunyi seperti akal, ilmu, dan pemahaman.
  • يجادل في الله
    Membantah tentang Allah, seperti menolak tauhid atau mengingkari-Nya.
  • بغير علم
    Tanpa ilmu yang bersumber dari wahyu atau dalil yang benar.
  • ولا هدى ولا كتاب منير
    Tanpa petunjuk para rasul dan tanpa kitab suci yang jelas.

 

Makna Ayat

Setelah selesai menyebut kisah dan nasihat Luqman, Al-Qur’an kembali berbicara kepada orang-orang musyrik untuk memberi petunjuk kepada mereka.

Allah mengingatkan manusia agar memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Allah telah menundukkan bagi manusia apa yang ada di langit seperti matahari, bulan, bintang, hujan, dan angin. Semua itu memberi manfaat bagi kehidupan manusia.

Begitu pula apa yang ada di bumi seperti pohon, sungai, gunung, laut, hewan, dan berbagai mineral. Semua itu diciptakan untuk kemaslahatan manusia dalam makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan hidup mereka.

Selain itu Allah juga menyempurnakan nikmat-Nya kepada manusia, baik yang tampak seperti kesehatan dan kesempurnaan tubuh, maupun yang tersembunyi seperti akal, ilmu, dan pemahaman.

Walaupun bukti-bukti kekuasaan dan nikmat Allah sangat jelas, tetap saja ada manusia yang membantah tentang Allah. Mereka memperdebatkan tauhid, nama-nama Allah, dan kewajiban menaati-Nya tanpa ilmu, tanpa petunjuk dari para rasul, dan tanpa kitab yang memberi cahaya.

Ketika mereka diajak untuk mengikuti wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, mereka menolak dan berkata bahwa mereka hanya mengikuti tradisi nenek moyang mereka.

Allah mencela sikap ini dengan mengatakan: apakah mereka tetap mengikuti nenek moyang mereka walaupun sebenarnya mereka mengikuti ajakan setan yang menjerumuskan ke dalam azab neraka yang menyala-nyala?

Namun mereka tetap mengikuti tradisi itu, sehingga pada akhirnya mereka akan masuk neraka bersama orang-orang yang mereka ikuti.

 

Pelajaran dari Ayat

Beberapa pelajaran penting dari ayat ini:

  1. Alam semesta merupakan bukti kekuasaan Allah dan dalil tentang keberadaan-Nya.
  2. Nikmat Allah kepada manusia sangat banyak, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
  3. Wajib mensyukuri nikmat Allah dengan ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya ﷺ.
  4. Haram berdebat tentang agama tanpa ilmu.
  5. Tidak boleh mengikuti tradisi atau nenek moyang dalam kebatilan.
  6. Banyak manusia tersesat karena taklid buta terhadap tradisi yang salah.

Sumber : Tafsir Aisaruttafasir Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi

Lihat Juga

QS. al-Hajj ayat 5-7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman : ﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِی …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *