★ Hafalan Ilmu dan Pemahamannya
Dalam ilmu terdapat dua hal: yang dihafal (mahfūẓāt) dan yang dipahami (mafhumāt). Di antara kesalahan adalah menempatkan sesuatu yang seharusnya dipahami sebagai hafalan, atau sebaliknya. Yang benar, seorang penuntut ilmu harus mengetahui apa yang perlu dihafal sehingga ia menghafalnya dengan baik dan menguasainya, serta mengetahui apa yang perlu dipahami sehingga ia memahaminya dan menyerapnya dengan baik.
Hafalan diperlukan pada enam perkara:
- Teks-teks (nash).
- Kaidah-kaidah.
- Dhabith (aturan rinci yang membatasi).
- Syarat-syarat.
- Definisi-definisi.
- Ungkapan ringkas yang mencakup makna luas.
Sedangkan pemahaman diperlukan pada sepuluh perkara:
- Cara-cara pengambilan dalil.
- Tingkatan dalam berdalil.
- Sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat.
- Jenis-jenis perbedaan pendapat.
- Pokok-pokok masalah.
- Takhrīj al-manāṭ (menentukan illat hukum pada kasus yang serupa).
- Taḥqīq al-manāṭ (memastikan illat hukum pada suatu kasus).
- Tanqīḥ al-manāṭ (menyaring atau memurnikan illat hukum).
- Tingkatan hukum.
- Jenis hukum.
— Dr. Sulaiman An-Najran
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits