Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Tingkatan I’tikaf

I‘tikaf memiliki beberapa tingkatan, di antaranya:

  1. I‘tikaf selama sepuluh hari penuh, dan ini adalah yang paling sempurna serta paling utama.
  2. I‘tikaf pada sebagian dari sepuluh hari terakhir, seperti i‘tikaf pada malam-malam ganjil: (21, 23, 25, 27, 29).
  3. I‘tikaf pada sebagian malam ganjil, seperti (25, 27, 29), karena malam-malam tersebut menjadi waktu yang paling besar kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar.
  4. I‘tikaf satu malam saja, misalnya malam ke-27. Ia memulai i‘tikaf sebelum Maghrib dan berakhir ketika adzan Subuh.
  5. I‘tikaf pada sebagian malam, seperti seseorang yang duduk di masjid antara shalat Tarawih dan Qiyamul Lail dengan niat i‘tikaf, sambil memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.

Semua itu disyariatkan dan dianjurkan menurut mayoritas ulama.

Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Tidak ada batas minimal i‘tikaf menurut kebanyakan para fuqaha.”

Sebagian orang beranggapan bahwa jika tidak bisa i‘tikaf sepuluh hari penuh maka tidak perlu i‘tikaf sama sekali. Sikap seperti ini justru membuat banyak orang kehilangan kesempatan mendapatkan kebaikan.

Catatan :

  • I‘tikaf hanya sah dilakukan di masjid, tidak ada i‘tikaf di rumah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Namun dianjurkan bagi seorang hamba untuk tetap memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa di rumahnya.
  • Orang yang beri‘tikaf boleh menghentikan i‘tikafnya, baik karena suatu kebutuhan ataupun tanpa kebutuhan, karena i‘tikaf hukumnya sunnah.

Lihat Juga

5 Kandugan Do’a Lailatul Qadr

Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadr adalah: اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *