Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Wa Maa Adrooka Maa Lailatul Qadr

Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi menulis sebuah artikel berjudul:
“Malam Lailatul Qadar, dan tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu?”

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada penutup para nabi dan rasul, Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarga dan para sahabat beliau seluruhnya. Amma ba‘du.

Dalam kehidupan bangsa-bangsa dan umat manusia sering terjadi peristiwa-peristiwa besar serta hari-hari yang abadi, yang di dalamnya terdapat hal-hal yang menggembirakan hati dan menenangkan jiwa. Umat Islam telah dimuliakan dengan peristiwa yang paling agung, hari yang paling sempurna, dan malam yang paling utama, yaitu Lailatul Qadar, malam yang Allah Ta‘ala nilai setara dengan seribu bulan dalam pahala, keutamaan, dan kedudukannya.

Di antara keutamaan bulan Ramadan dan hadiah-hadiah agung di dalamnya adalah adanya Lailatul Qadar, sebuah malam yang sangat mulia. Allah melipatgandakan pahala amal saleh pada malam itu bagi umat ini dengan lipatan yang sangat banyak. Pada malam itu pula Al-Qur’an diturunkan, sebagaimana firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ* وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ} [القدر: 1، 2].

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu?” (QS. Al-Qadr: 1–2)

Allah juga berfirman:

{إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ}

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang penuh berkah. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3)


1. Penjelasan Surat Al-Qadr

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya”, maksudnya adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia, kemudian diturunkan secara bertahap sesuai peristiwa selama dua puluh tiga tahun kepada Nabi ﷺ.

Malam Lailatul Qadar memiliki peristiwa sejarah besar bagi umat ini. Ia adalah malam yang penuh berkah karena banyaknya kebaikan, keberkahan, dan keutamaannya. Allah menyebutkan bahwa pada malam itu ditetapkan setiap urusan yang penuh hikmah, yaitu dipisahkan dari Lauhul Mahfuz kepada para malaikat penulis apa saja yang akan terjadi pada tahun tersebut berupa rezeki, ajal, kebaikan, keburukan, dan seluruh ketentuan Allah yang sempurna tanpa kekurangan sedikit pun.

Tentang penamaan Lailatul Qadar, Ibnu Al-Jauzi menyebutkan lima pendapat:

  1. Disebut demikian karena ia malam yang agung.
  2. Karena bumi menjadi sempit oleh banyaknya malaikat yang turun.
  3. Karena pada malam itu ditetapkan berbagai ketentuan.
  4. Karena orang yang tidak memiliki kedudukan menjadi mulia dengan memuliakan malam itu.
  5. Karena pada malam itu turun kitab yang agung, rahmat yang agung, dan malaikat yang agung.

Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata: Allah menyebut malam itu malam yang penuh berkah karena banyaknya kebaikan dan keutamaannya.

Di antara keberkahannya adalah bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut, dan malam itu berada dalam bulan Ramadan, bukan pada bulan lainnya. Allah berfirman:

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185)

Firman Allah: “Dan tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu?”
Ini merupakan bentuk pengagungan dan penegasan tentang keagungannya.

Firman Allah: “Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”

Artinya ibadah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Firman Allah: “Para malaikat dan Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan.”

Ini menunjukkan banyaknya rahmat dan keberkahan pada malam itu. Para malaikat turun bersama rahmat dan keberkahan. Yang dimaksud dengan Ruh adalah malaikat Jibril عليه السلام.

Firman Allah: “Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”

Artinya malam itu penuh keselamatan dari berbagai keburukan hingga terbitnya fajar.

Karena itu, Lailatul Qadar seharusnya menjadi titik perubahan dalam kehidupan seorang muslim, bukan sekadar peristiwa yang berlalu setiap tahun.


2. Keutamaan Lailatul Qadar

Malam ini dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam itu Allah menetapkan berbagai takdir tahunan seperti rezeki, ajal, dan peristiwa-peristiwa dunia.

Di antara keutamaan malam ini adalah:

  1. Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.
  2. Malam yang penuh keberkahan dan rahmat.
  3. Pada malam itu ditentukan takdir tahunan.
  4. Ibadah pada malam itu lebih baik dari seribu bulan.
  5. Para malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan.
  6. Malam yang penuh keselamatan dari berbagai keburukan.
  7. Orang yang menghidupkannya dengan iman dan harapan pahala akan diampuni dosa-dosanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

قال النبي صلى الله عليه وسلم” من قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا غفر له ما تقدم من ذنبه” متفق عليه

“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Waktu Terjadinya Lailatul Qadar

Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan malam Lailatul Qadar hingga lebih dari empat puluh pendapat. Namun mayoritas ulama sepakat bahwa ia berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata: “Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan biasanya pada malam-malam ganjil.”

Karena itu seorang mukmin hendaknya bersungguh-sungguh dalam seluruh sepuluh malam terakhir.


4. Hikmah Disembunyikannya Lailatul Qadar

Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ keluar untuk memberitahu para sahabat tentang malam Lailatul Qadar, tetapi terjadi perselisihan antara dua orang sahabat sehingga ilmu tentang malam tersebut diangkat.

Beliau bersabda:

وعسى أن يكون خيرًا لكم، فالتمسوها في التاسعة والسابعة والخامسة

“Mungkin itu lebih baik bagi kalian. Carilah ia pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.” (HR. Bukhari)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hikmah disembunyikannya malam ini agar manusia bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh malam yang mungkin menjadi Lailatul Qadar.


5. Cara Menghidupkan Lailatul Qadar

Rasulullah ﷺ menghidupkan malam-malam Ramadan dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bertafakkur.

Aisyah رضي الله عنها berkata: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama salaf juga mempersiapkan diri untuk malam tersebut dengan mandi, memakai pakaian terbaik, dan memperbanyak ibadah.


6. Doa Lailatul Qadar

Doa yang dianjurkan pada malam ini adalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini mengandung banyak pelajaran, di antaranya:

  1. Pengakuan akan kelemahan dan dosa manusia.
  2. Adab dalam berdoa dengan memuji Allah terlebih dahulu.
  3. Menumbuhkan harapan kepada rahmat Allah.
  4. Menunjukkan kebutuhan manusia kepada ampunan Allah.
  5. Menunjukkan kemudahan ajaran Islam dalam doa.

Penutup

Sebagai penutup, penulis menyampaikan beberapa bait syair:

Wahai Rabb, hamba-Mu datang kepada-Mu
Dengan dosa dan kesalahan yang banyak
Cukuplah baginya rasa malu kepada-Mu
Atas keburukan yang telah dilakukannya

Ia memikul dosa demi dosa
Dan berlindung pada luasnya ampunan-Mu
Wahai Rabb, maafkanlah dan selamatkanlah dia
Karena Engkau-lah Yang paling layak memberi ampun.

Lihat Juga

5 Kandugan Do’a Lailatul Qadr

Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadr adalah: اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *