Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

2 Macam Penghambaan

Ubudiyah terbagi menjadi dua jenis: umum dan khusus.

Pertama, Ubudiyah Umum

Adapun ubudiyah umum adalah perhambaan seluruh makhluk di langit dan di bumi kepada Allah, baik yang taat maupun yang durhaka, baik yang beriman maupun yang kafir. Ini adalah perhambaan karena kekuasaan dan kepemilikan (Allah atas mereka).

Maksudnya: Semua makhluk tunduk kepada aturan Allah (takdir-Nya) Tidak ada yang bisa keluar dari kekuasaan-Nya, semua hidup, mati, sakit, sehat, kaya, miskin

Allah Ta’ala berfirman:

إنْ كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ والأَرْضِ إلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا

“Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba.”

Dan firman-Nya:

قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ والأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ والشَّهَادَةِ أنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

“Katakanlah: Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang mereka perselisihkan.”

Dan firman-Nya:

ومَا اللهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِ

“Dan Allah tidak menghendaki kezaliman bagi hamba-hamba-Nya.”

Kedua, Ubudiyah Khusus

Ini adalah perhambaan orang-orang beriman yang taat kepada Allah dengan kesadaran, cinta, dan keikhlasan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِ لا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ اليَوْمَ ولا أنْتُمْ تَحْزَنُونَ

“Wahai hamba-hamba-Ku, tidak ada rasa takut pada kalian hari ini dan tidak pula kalian bersedih.”

Dan firman-Nya:

وعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وإذَا خَاطَبَهُمُ الجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”

(Fawaid dari Madarijus Salikin, 1)

Lihat Juga

2 Ma’rifat dan Pintunya

بسم الله الرحمن الرحيم Ma‘rifat (mengenal) Allah Subhanahu wa Ta‘ala ada dua jenis: Pertama: ma‘rifat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *