Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

3 Adab Kepada Sesama

بسم الله الرحمن الرحيم

Bagaimana Akhlak yang Baik kepada Sesama?

Adapun akhlak yang baik kepada sesama makhluk, sebagian ulama mendefinisikannya. Disebutkan dari Al-Hasan Al-Bashri bahwa akhlak yang baik mencakup:

  1. Menahan diri dari menyakiti.
  2. Memberikan kebaikan.
  3. Berwajah ceria.

1. Menahan diri dari menyakiti

Makna menahan diri dari menyakiti adalah seseorang menahan dirinya agar tidak menyakiti orang lain, baik gangguan tersebut berkaitan dengan harta, jiwa, maupun kehormatan.

Barang siapa tidak menahan dirinya dari menyakiti manusia, maka ia bukanlah orang yang berakhlak baik. Bahkan, ia termasuk orang yang buruk akhlaknya.

Rasulullah ﷺ telah menegaskan hal ini dalam pertemuan terbesar yang dihadiri oleh umat beliau. Beliau ﷺ bersabda:

«إِنَّ دِمَاءَكُمْ، وَأَمْوَالَكُمْ، وَأَعْرَاضَكُمْ، عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا»

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini, di negeri kalian ini.”

Contohnya, apabila seseorang menyakiti orang lain dengan berkhianat, berdusta, mencela, mengejek, merendahkan, menggunjing (ghibah), mengadu domba (namimah), memukul, dan semisalnya, maka semua itu bukan termasuk akhlak yang baik.

2. Memberikan Kebaikan

Adapun badzlun-nadā, maka an-nadā berarti kemurahan dan kedermawanan. Maksudnya adalah memberikan kemurahan dan kedermawanan. Kedermawanan bukanlah sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang, yaitu hanya dengan memberikan harta.

Akan tetapi, kedermawanan dapat diwujudkan dengan mengorbankan diri, memberikan kedudukan atau pengaruh, dan memberikan harta.

Apabila kita melihat seseorang yang membantu memenuhi kebutuhan orang lain, membantu mereka dengan mengurus urusan mereka kepada pihak yang tidak mampu mereka jangkau, menyebarkan ilmu yang dimilikinya kepada manusia, serta memberikan hartanya kepada orang lain, maka kita menyifatinya sebagai orang yang berakhlak baik, karena ia telah memberikan kebaikan dan kemurahan kepada orang lain.

Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda:

«اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ»

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”

Makna hadis tersebut adalah, apabila kamu dizalimi atau diperlakukan buruk, maka hendaknya kamu memaafkan dan berlapang dada.

Allah Ta‘ala memuji orang-orang yang memaafkan manusia. Allah berfirman tentang mereka yang mendapatkan kenikmatan di surga:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

3. Berwajah Ceria

Adapun ṭalāqatul-wajh (berwajah ceria), yaitu seseorang menampilkan wajah yang berseri dan ramah. Lawan dari wajah yang ceria adalah wajah yang muram dan cemberut.

Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda:

«لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ»

“Janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan sedikit pun, meskipun hanya dengan menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.”

Wajah yang ceria dapat mendatangkan kebahagiaan kepada orang yang bertemu denganmu. Ia juga menumbuhkan kasih sayang dan kecintaan, serta menjadikan hati terasa lapang. Cobalah dan rasakan sendiri.

Sebaliknya, jika kamu selalu bermuka masam dan cemberut, orang-orang akan menjauhimu. Mereka tidak merasa nyaman duduk bersamamu dan tidak merasa senang berbicara denganmu. Bahkan, bisa jadi kamu mengalami penyakit yang berbahaya yang disebut tekanan darah tinggi (hipertensi).

Sesungguhnya kelapangan dada dan wajah yang ceria merupakan salah satu hal yang paling besar dalam mencegah penyakit tersebut, yaitu penyakit tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, para dokter menasihati orang yang menderita penyakit ini agar menjauhi hal-hal yang dapat memicu kemarahan dan emosinya, karena hal tersebut dapat memperparah penyakitnya. Wajah yang ceria dapat membantu mengatasi keadaan tersebut, karena seseorang menjadi berlapang dada dan dicintai oleh orang lain.

Tiga Pokok Akhlak yang Baik kepada Sesama Makhluk

Inilah tiga pokok yang menjadi dasar dan poros akhlak yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Perhatikan! Perhatikan! Jangan membalikkan kenyataan.

Banyak orang—dan ini sangat disayangkan—berakhlak baik kepada orang lain, tetapi tidak berakhlak baik kepada keluarganya. Ini adalah kesalahan dan merupakan bentuk membalikkan kenyataan.

Bagaimana mungkin seseorang berakhlak baik kepada orang-orang yang jauh darinya, tetapi justru berakhlak buruk kepada kerabatnya? Padahal, kerabat adalah orang-orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dalam persahabatan dan pergaulan.

Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda:

«إِنَّ خَيْرَكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي»

“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.”

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين

  • Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
  • Rujukan : Durus Tarbawiyah min Hadits Annabawiyyah, Khalid bin Abdurrohman Al Husainan

Edit

Lihat Juga

3 Dampak Buruk Kesedihan

بسم الله الرحمن الرحيم Hakikat Kesedihan (Al-Huzn) dalam Pandangan Syariat Ayat dan penjelasan berikut berkaitan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *