Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

2 Perbedaan Pakaian Taqwa dan Pakaian Lahir

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Allah ﷻ  telah memberikan berbagai nikmat kepada manusia, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Di antara nikmat tersebut adalah pakaian yang menutupi aurat dan memperindah penampilan manusia. Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa di balik pakaian lahir yang terlihat oleh mata, terdapat pakaian lain yang jauh lebih mulia dan lebih penting, yaitu pakaian takwa yang menghiasi hati seorang hamba.

Allah ﷻ berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan sebagai perhiasan. Namun pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu termasuk tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat.”
(QS. Al-A‘raf: 26)

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia memiliki dua jenis pakaian: pakaian lahir yang menutup tubuh, dan pakaian takwa yang menghiasi hati. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

1. Pakaian Taqwa

  • Tidak boleh dilepas kapan pun.
  • Jika terbuka, maka akan tampak aurat batin seseorang sehingga ia menjadi hina.

2. Pakaian Lahir

  • Dapat dilepas pada waktu-waktu tertentu.
  • Jika terbuka, yang terlihat hanyalah aurat lahir (fisik).

Maka dapat dipahami bahwa pakaian lahir dan pakaian takwa memiliki kedudukan yang berbeda. Pakaian lahir berfungsi menutupi aurat tubuh dan dapat dilepas dalam keadaan tertentu, sedangkan pakaian takwa adalah pakaian hati yang harus selalu dijaga dan tidak boleh dilepas dalam keadaan apa pun. Ketika pakaian takwa hilang, maka yang tampak adalah aurat batin berupa dosa, maksiat, dan kerusakan akhlak.

Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa berusaha menjaga kedua jenis pakaian tersebut. Ia menutup auratnya dengan pakaian yang sesuai syariat, sekaligus menghiasi hatinya dengan ketakwaan kepada Allah. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menghiasi diri dengan pakaian takwa, karena itulah pakaian terbaik yang akan mengangkat derajat manusia di dunia dan di akhirat.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين

  • Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
  • Rujukan : Disadur dari Tafsir as-Sa’di

Lihat Juga

3 Keni’matan Kepada Nabi Nuh ‘alaihisssalam

بسم الله الرحمن الرحيم Tiga kenikmatan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *