Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

3 Bentuk Berbuat Baik kepada Kedua Orangtua

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu amalan agung yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan Allah menyandingkan perintah berbuat baik kepada orang tua setelah perintah untuk mentauhidkan-Nya. Hal ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan kedua orang tua dalam kehidupan seorang anak. Mereka telah berkorban dengan penuh kesabaran dalam membesarkan, merawat, dan mendidik anak sejak kecil hingga dewasa. Oleh karena itu, setiap anak dituntut untuk membalas kebaikan tersebut dengan sikap hormat, kasih sayang, dan perlakuan yang baik sepanjang hidupnya.

Allah Ta’ala berfirman:

﴿وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا﴾

“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.”
(QS. Al-Isrā’: 23)

Berbakti kepada orang tua tidak selalu harus diwujudkan dengan harta atau pemberian materi. Banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan oleh seorang anak dalam kehidupan sehari-hari. Di antara bentuk yang paling utama adalah menjaga akhlak yang baik, berbicara dengan tutur kata yang lembut, serta senantiasa mendoakan keduanya dengan penuh keikhlasan.


3 Bentuk Birrul Walidain

1. حُسْنُ الْخُلُق

Akhlak yang baik

Akhlak yang baik kepada orang tua mencakup sikap hormat, patuh, dan penuh kasih sayang. Seorang anak hendaknya memperlakukan orang tuanya dengan penuh adab, tidak membentak, tidak menunjukkan sikap kasar, serta selalu berusaha menyenangkan hati mereka. Akhlak yang baik juga terlihat dari kesediaan membantu kebutuhan mereka, memperhatikan keadaan mereka, dan menjaga perasaan mereka dalam setiap keadaan.

2. وَلِينُ الْقَوْلِ

Tutur kata yang lembut

Salah satu bentuk penghormatan kepada orang tua adalah berbicara dengan kata-kata yang lembut dan penuh sopan santun. Seorang anak tidak boleh meninggikan suara, apalagi berkata kasar kepada keduanya. Bahkan dalam Al-Qur’an Allah melarang seorang anak berkata “ah” kepada orang tuanya. Oleh karena itu, setiap ucapan kepada orang tua hendaknya disertai dengan kelembutan, penghormatan, serta sikap rendah hati.

3. وَصِدْقُ الدُّعَاءِ

Doa yang tulus

Doa seorang anak untuk kedua orang tuanya merupakan bentuk bakti yang sangat mulia. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan menjadi tanda cinta dan rasa terima kasih kepada mereka. Bahkan ketika orang tua telah wafat, doa anak yang saleh tetap menjadi amal yang terus mengalir bagi keduanya. Oleh sebab itu, seorang anak hendaknya senantiasa mendoakan agar Allah memberikan rahmat, ampunan, serta kebaikan bagi kedua orang tuanya.

Berbakti kepada orang tua pada hakikatnya tidak selalu membutuhkan harta atau kemampuan materi yang besar. Yang lebih utama adalah hati yang penuh kasih sayang yang memahami kedudukan mereka, lisan yang lembut yang tidak menyakiti perasaan mereka, serta tangan yang senantiasa terangkat untuk mendoakan kebaikan bagi keduanya. Dengan menjaga tiga hal ini—akhlak yang baik, tutur kata yang lembut, dan doa yang tulus—seorang anak telah menempuh jalan yang mulia dalam menjalankan perintah Allah dan meraih keridhaan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk anak-anak yang mampu berbakti kepada kedua orang tua dan memperoleh keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين

  • Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
  • Rujukan : Penjelasan Dr. Ahmad Isa

Lihat Juga

3 Keni’matan Kepada Nabi Nuh ‘alaihisssalam

بسم الله الرحمن الرحيم Tiga kenikmatan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *