Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

6 Akibat Buruk dari Menghina

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Allah ﷻ yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan akhlak mulia sebagai pedoman hidup. Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang muslim dituntut untuk menjaga lisannya dan sikapnya terhadap sesama manusia. Islam adalah agama yang mengajarkan adab, kelembutan, dan penghormatan terhadap orang lain.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mendapati sikap merendahkan, mengejek, atau menghina orang lain. Perbuatan tersebut terkadang dianggap sebagai candaan atau hiburan, padahal dalam pandangan syariat, hal itu merupakan akhlak tercela yang dapat menimbulkan dosa serta merusak hubungan antar sesama manusia.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok).”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini mengandung larangan keras bagi seorang muslim untuk meremehkan, menghina, atau menertawakan orang lain. Sikap merendahkan orang lain bukan hanya menyakiti hati sesama, tetapi juga termasuk perbuatan tercela yang dapat membawa dampak buruk bagi pelakunya.

Setidaknya ada  6 akibat buruk dari sikap menghina dan mengejek orang lain:

1. Mendapatkan ancaman dengan Adzab yang keras

Allah Ta’ala berfirman:

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ

“Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah: 1)

2. Pelakunya termasuk orang yang tercela

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mutaffifin: 29)

3. Menjadi sebab kehinaan di Akhirat

Allah Ta’ala berfirman:

يَا حَسْرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

“Alangkah besarnya penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah, dan sungguh dahulu aku termasuk orang-orang yang memperolok-olok.” (QS. Az-Zumar: 56)

4. Menambah kejahatan dan dosa

Rasulullah ﷺ bersabda: “Cukuplah seseorang dianggap berbuat jahat jika ia meremehkan saudaranya yang muslim.” (HR. Muslim)

5. Termasuk sifat orang-orang Kafir

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Mutaffifin: 29)

6. Ejekan akan berbalik kepada pelakunya

Allah Ta’ala berfirman:

فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

“Maka pada hari ini orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.” (QS. Al-Mutaffifin: 34)

Maka menghina dan meremehkan orang lain bukanlah perkara ringan. Perbuatan tersebut memiliki dampak yang besar, baik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ia dapat menimbulkan permusuhan, menyakiti hati orang lain, serta mendatangkan ancaman dari Allah ﷻ.

Seorang muslim hendaknya berusaha menjaga lisannya, karena lisan merupakan salah satu anggota tubuh yang paling mudah membawa seseorang kepada dosa. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa keselamatan seorang hamba sangat berkaitan dengan kemampuannya dalam menjaga perkataan dan sikapnya terhadap orang lain.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki akhlak yang baik, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain, serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan merendahkan sesama. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimuliakan oleh Allah di dunia dan di akhirat. Aamiin.

وصلى الله على نبينا محمد والحمد لله رب العالمين

  • Ditulis oleh : Yahya Firmansyah, M.Pd. (Pengasuh MDQ)
  • Rujukan : Disadur dari makalah pada dorar.net

Lihat Juga

3 Keni’matan Kepada Nabi Nuh ‘alaihisssalam

بسم الله الرحمن الرحيم Tiga kenikmatan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *