Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Ketika Amal Tidak Sejalan dengan Keyakinan

كيف يجتمع التصديق الجازم الذي لا شك فيه بالمعاد والجنة والنار ويتخلف العمل؟ هذا التخلف له عدة أسباب: أحدها: ضعف العلم ونقصان اليقين، ومن ظن أن العلم لا يتفاوت فقوله من أفسد الأقوال وأبطلها. وقد سأل إبراهيم الخليل ربه أن يريه إحياء الموتى عيانًا بعد علمه بقدرة الرب على ذلك ليزداد طمأنينة ويصير المعلوم غيبة شهادة. فإذا اجتمع إلى ضعف العلم عدم استحضاره، أو غيبته عن القلب كثيرًا من أوقاته أو أكثرها لاشتغاله بما يضاده، وانضم إلى ذلك تقاضي الطمع، وغلبات الهوى، واستيلاء الشهوة، وتسويل النفس، وغرور الشيطان، واستبطاء الوعد، وطول الأمل، ورقدة الغفلة، وحب العاجلة

Bagaimana bisa seseorang memiliki keyakinan yang pasti dan tanpa ragu terhadap hari kebangkitan, surga, dan neraka, namun amalnya justru tertinggal (tidak sesuai dengan keyakinannya)?

Keterlambatan atau kelemahan dalam beramal itu memiliki beberapa sebab:

Salah satunya adalah lemahnya ilmu dan kurangnya keyakinan. Barang siapa mengira bahwa ilmu itu tidak bertingkat-tingkat (tidak bisa bertambah dan berkurang), maka pendapatnya termasuk pendapat yang paling rusak dan batil.

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pernah meminta kepada Rabbnya agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Allah menghidupkan orang mati secara nyata, padahal beliau sudah mengetahui dan meyakini kekuasaan Allah dalam hal itu. Tujuannya adalah agar hatinya semakin tenang dan agar ilmu yang sebelumnya bersifat ghaib (berdasarkan kabar) menjadi penyaksian langsung.

Apabila kelemahan ilmu ini bergabung dengan tidak hadirnya kesadaran dalam hati, atau seringnya hati lalai karena sibuk dengan hal-hal yang bertentangan dengannya, lalu ditambah lagi dengan:

  • Tarikan ambisi dan keinginan dunia,
  • Dominasi hawa nafsu,
  • Penguasaan syahwat,
  • Bisikan dan rayuan jiwa,
  • Tipu daya setan,
  • Menganggap janji Allah masih lama,
  • Panjang angan-angan,
  • Tidurnya kelalaian,
  • Dan kecintaan kepada kehidupan yang segera (dunia),

maka semua itu menjadi sebab kuat mengapa amal tidak sejalan dengan keyakinan.

Jawabul-Kafi, Ibn Qoyyim al-Jauziyyah

 

Lihat Juga

2 Ma’rifat dan Pintunya

بسم الله الرحمن الرحيم Ma‘rifat (mengenal) Allah Subhanahu wa Ta‘ala ada dua jenis: Pertama: ma‘rifat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *