Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

QS. Luqman ayat 1-5

﴿الۤمۤ ۝١ تِلۡكَ ءَایَـٰتُ ٱلۡكِتَـٰبِ ٱلۡحَكِیمِ ۝٢ هُدࣰى وَرَحۡمَةࣰ لِّلۡمُحۡسِنِینَ ۝٣ ٱلَّذِینَ یُقِیمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡـَٔاخِرَةِ هُمۡ یُوقِنُونَ ۝٤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ عَلَىٰ هُدࣰى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ۝٥﴾ [لقمان ١-٥]

Alif Lām Mīm.

Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang penuh hikmah.

Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik,

(yaitu) orang-orang yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya kehidupan akhirat.

Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Penjelasan Kata-kata

  • الم: Ini termasuk huruf-huruf terputus (ḥurūf muqaṭṭa‘ah) yang ditulis الم dan dibaca: Alif Lām Mīm.
  • تلك: Maksudnya ayat-ayat yang tersusun dari huruf-huruf seperti ini adalah ayat-ayat Kitab yang penuh hikmah.
  • الحكيم: Yaitu kitab yang kokoh dan sempurna; tidak ada penghapusan hukum setelah turunnya secara sempurna, tidak ada cacat padanya. Ia juga penuh hikmah karena menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, tanpa kekeliruan dalam petunjuk dan syariatnya.
  • هدى ورحمة: Artinya menjadi petunjuk yang dengannya manusia mendapat hidayah, dan rahmat yang dengannya mereka memperoleh kasih sayang Allah.
  • للمحسنين: Yaitu orang-orang yang selalu merasa diawasi oleh Allah dalam seluruh urusan mereka. Mereka inilah yang memperoleh petunjuk dan rahmat dari Al-Qur’an. Adapun orang-orang musyrik dan pelaku maksiat tidak mendapatkan hal itu.
  • أولئك: Maksudnya orang-orang yang berbuat baik, yaitu yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan yakin kepada akhirat.
  • على هدى من ربهم: Mereka berada di atas petunjuk dari Allah, sehingga tidak tersesat dan tidak bodoh terhadap kebenaran.
  • المفلحون: Yaitu orang-orang yang beruntung; selamat dari segala yang ditakuti dan memperoleh semua yang diinginkan.

Makna Ayat-ayat

Firman Allah ﴿الم﴾:
Penafsiran terbaik terhadap huruf-huruf terputus seperti ini adalah mengatakan: Allah lebih mengetahui maksudnya. Huruf-huruf ini memiliki hikmah besar dari dua sisi:

  1. Pertama, dahulu orang-orang musyrik melarang orang mendengarkan Al-Qur’an karena khawatir mereka terpengaruh lalu mendapat hidayah. Mereka berkata:
    “Janganlah kalian mendengarkan Al-Qur’an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya agar kalian menang.”
    (QS. Fussilat: 26)

    Maka huruf-huruf ini dengan bunyinya yang khas dan panjang bacanya membuat orang-orang musyrik terpaksa memperhatikan dan mendengarnya. Akibatnya justru bertentangan dengan tujuan mereka.

  2. Kedua, ketika mereka menuduh Al-Qur’an sebagai sihir, perkataan dukun, syair, dan dongeng orang terdahulu, seakan-akan dikatakan kepada mereka:
    Al-Qur’an ini tersusun dari huruf-huruf yang kalian kenal seperti ص، ن، ق، يس، طس، الم. Maka cobalah kalian membuat satu surah yang semisal dengannya. Jika kalian mampu, buktikanlah. Tetapi jika kalian tidak mampu, maka akuilah bahwa ini adalah kalam Allah yang diturunkan kepada hamba dan rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, lalu berimanlah, mentauhidkan Allah, dan istiqamah agar kalian memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan.

Firman Allah:
﴿تلك آيات الكتاب الحكيم﴾
Artinya: ayat-ayat ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah. Ia tidak mengandung kesalahan atau kekacauan, tetapi menempatkan segala sesuatu pada tempat yang tepat dalam berita, hukum, dan ilmu yang dikandungnya. Ia juga disebut hikmah karena sangat kokoh (muḥkam), tidak ada pertentangan antara berita dan hukumnya meskipun banyak dan beragam sebab turunnya.

Firman Allah:
﴿هدى ورحمة للمحسنين﴾
Artinya Al-Qur’an merupakan penjelas petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat ihsan, yaitu mereka yang memperbaiki ibadah kepada Allah dengan memurnikannya dari syirik dan riya’, serta melakukannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Firman Allah:
﴿الذين يقيمون الصلاة ويؤتون الزكاة وهم بالآخرة هم يوقنون﴾
Artinya orang-orang yang berbuat baik itu adalah mereka yang menegakkan salat lima waktu dengan menjaga syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya; serta menunaikan zakat dari harta mereka seperti emas, perak, mata uang, hasil pertanian seperti kurma dan zaitun, biji-bijian yang disimpan, serta hewan ternak seperti unta, sapi, dan kambing—setelah mencapai nisab dan haulnya.

Firman Allah:
﴿وهم بالآخرة هم يوقنون﴾
Mereka benar-benar yakin dengan apa yang Allah sediakan di akhirat berupa pahala dan balasan bagi iman, Islam, dan ihsan.

Firman Allah:
﴿أولئك على هدى من ربهم وأولئك هم المفلحون﴾
Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang memiliki sifat mulia tersebut berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, yaitu jalan Islam. Allah memberi mereka hidayah dan memudahkan mereka untuk menempuhnya. Dengan itu mereka termasuk orang-orang yang beruntung, yaitu yang selamat dari neraka dan masuk ke surga, negeri orang-orang saleh.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan mereka dan kumpulkan kami bersama mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Baik, Maha Mulia, Maha Penerima tobat, lagi Maha Penyayang.


Pelajaran dari Ayat-ayat

  1. Menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang tersusun dari huruf-huruf seperti الم dan ص namun manusia tidak mampu menandinginya.
  2. Penjelasan makna al-Ḥakīm (yang penuh hikmah) dan keutamaan hikmah.
  3. Al-Qur’an adalah penjelas petunjuk yang menyelamatkan dan membawa kebahagiaan, serta rahmat bagi orang yang beriman dan mengamalkannya.
  4. Keutamaan salat, zakat, dan keyakinan kepada akhirat.
  5. Penjelasan bahwa dasar agama adalah iman, Islam, dan ihsan.

(Tafsir Aisarut Tafasir karya Abu Bakar Al-Jazairi).

Lihat Juga

QS. al-Hajj ayat 5-7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman : ﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِی …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *