﴿وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَشۡتَرِی لَهۡوَ ٱلۡحَدِیثِ لِیُضِلَّ عَن سَبِیلِ ٱللَّهِ بِغَیۡرِ عِلۡمࣲ وَیَتَّخِذَهَا هُزُوًاۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمۡ عَذَابࣱ مُّهِینࣱ ٦ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَیۡهِ ءَایَـٰتُنَا وَلَّىٰ مُسۡتَكۡبِرࣰا كَأَن لَّمۡ یَسۡمَعۡهَا كَأَنَّ فِیۤ أُذُنَیۡهِ وَقۡرࣰاۖ فَبَشِّرۡهُ بِعَذَابٍ أَلِیمٍ ٧ إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمۡ جَنَّـٰتُ ٱلنَّعِیمِ ٨ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣰّاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ ٩ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدࣲ تَرَوۡنَهَاۖ وَأَلۡقَىٰ فِی ٱلۡأَرۡضِ رَوَ ٰسِیَ أَن تَمِیدَ بِكُمۡ وَبَثَّ فِیهَا مِن كُلِّ دَاۤبَّةࣲۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءࣰ فَأَنۢبَتۡنَا فِیهَا مِن كُلِّ زَوۡجࣲ كَرِیمٍ ١٠ هَـٰذَا خَلۡقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِی مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِینَ مِن دُونِهِۦۚ بَلِ ٱلظَّـٰلِمُونَ فِی ضَلَـٰلࣲ مُّبِینࣲ ١١﴾ [لقمان ٦-١١]
“Dan di antara manusia ada orang yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu, dan menjadikannya sebagai ejekan. Mereka itulah yang akan memperoleh azab yang menghinakan.
Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, ia berpaling dengan sombong seolah-olah ia tidak mendengarnya, seakan-akan di kedua telinganya ada sumbatan. Maka berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka surga-surga kenikmatan,
mereka kekal di dalamnya. Itu adalah janji Allah yang benar. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak berguncang bersama kamu, dan Dia menyebarkan di dalamnya segala jenis makhluk yang melata. Dan Kami turunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan di bumi berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh selain-Nya. Sebenarnya orang-orang zalim itu berada dalam kesesatan yang nyata.”
Penjelasan Kata-kata
- ومن الناس: sebagian manusia, yaitu seorang bernama an-Nadhr bin al-Harith bin Kaladah, sekutu Quraisy.
- لهو الحديث: perkataan yang melalaikan dari kebaikan, yaitu nyanyian.
- ليضل عن سبيل الله: untuk memalingkan manusia dari Islam agar mereka tersesat.
- ويتخذها هزواً: menjadikan Islam, syariatnya, dan kitabnya sebagai ejekan.
- ولّى مستكبراً: berpaling dengan sombong dan tidak mau mendengarnya karena kufur dan keras kepala.
- في أذنيه وقراً: di telinganya seperti ada sumbatan yang berat seperti tuli.
- بغير عمد ترونها: langit tanpa tiang yang terlihat oleh kalian.
- رواسي: gunung-gunung yang kokoh yang menstabilkan bumi.
- وبث فيها من كل دابة: Allah menyebarkan berbagai jenis makhluk melata di bumi.
- من كل زوج كريم: dari setiap jenis tanaman yang baik dan bermanfaat.
- هذا خلق الله: semua yang disebutkan adalah ciptaan Allah.
- بل الظالمون: yaitu orang-orang musyrik.
Makna Ayat-ayat
Setelah Allah menyebutkan para hamba yang berbuat baik dan memberi mereka kabar gembira dengan keberuntungan, Allah menyebutkan golongan lain yang bertolak belakang dengan mereka.
Di antara manusia ada orang seperti an-Nadhr bin al-Harith, yang membeli hiburan berupa nyanyian. Ia membeli budak-budak wanita penyanyi, membuka tempat hiburan dan kemaksiatan, serta mengajak orang-orang datang ke sana agar mereka berpaling dari Islam. Tujuannya agar manusia tidak duduk mendengarkan Nabi ﷺ dan tidak membaca Al-Qur’an.
Ia juga menjadikan agama Allah sebagai bahan ejekan: mengejek Rasul, orang-orang beriman, dan ayat-ayat Allah. Karena itu Allah berfirman bahwa orang seperti ini akan mendapatkan azab yang menghinakan pada hari kiamat.
Apabila ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya untuk memberi petunjuk, ia berpaling dengan kesombongan, seolah-olah tidak mendengarnya. Seakan-akan telinganya tuli. Maka Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk memberi kabar kepadanya tentang azab yang pedih sebagai bentuk celaan dan ancaman.
Kemudian Allah menyebutkan golongan yang berlawanan dengan mereka, yaitu orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Bagi mereka surga-surga kenikmatan dan mereka kekal di dalamnya. Itu adalah janji Allah yang benar, dan Allah Mahaperkasa serta Mahabijaksana.
Selanjutnya Allah menyebutkan bukti-bukti kekuasaan-Nya:
Allah menciptakan langit tanpa tiang yang terlihat, meletakkan gunung-gunung agar bumi stabil, menyebarkan berbagai makhluk hidup, dan menurunkan hujan yang menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang indah dan bermanfaat.
Semua itu adalah ciptaan Allah. Maka Allah menantang orang-orang musyrik: tunjukkan apa yang diciptakan oleh sesembahan selain Allah. Mereka tidak mampu menjawab tantangan ini.
Karena itu Allah menegaskan bahwa orang-orang zalim (musyrik) berada dalam kesesatan yang nyata. Mereka menyembah selain Allah bukan karena ilmu atau bukti, tetapi karena kebodohan dan kesesatan.
Pelajaran dari Ayat
Beberapa pelajaran yang dapat diambil:
- Haramnya wanita bernyanyi di hadapan laki-laki yang bukan mahram.
- Haram membeli rekaman lagu yang berisi nyanyian para wanita dan laki-laki fasik.
- Haramnya pesta tari dan nyanyian yang tersebar di dunia saat ini.
- Dakwah kepada Allah dibangun atas dua prinsip: targhib (memberi kabar gembira) dan tarhib (peringatan/ancaman).
- Ayat-ayat ini menunjukkan berbagai tanda kekuasaan, ilmu, kemuliaan, dan hikmah Allah yang mewajibkan iman dan tauhid.
- Bukti dan hujah Allah sangat jelas; yang menghalangi manusia dari petunjuk adalah kesyirikan dan kemaksiatan yang menyesatkan akal.
Sumber : Tafsir Aisaruttafasir Syaikh Abu Bakar al-Jazair
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits