Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

QS. al-Hajj ayat 8-13

﴿وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یُجَـٰدِلُ فِی ٱللَّهِ بِغَیۡرِ عِلۡمࣲ وَلَا هُدࣰى وَلَا كِتَـٰبࣲ مُّنِیرࣲ ۝٨ ثَانِیَ عِطۡفِهِۦ لِیُضِلَّ عَن سَبِیلِ ٱللَّهِۖ لَهُۥ فِی ٱلدُّنۡیَا خِزۡیࣱۖ وَنُذِیقُهُۥ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ عَذَابَ ٱلۡحَرِیقِ ۝٩ ذَ ٰ⁠لِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ یَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَیۡسَ بِظَلَّـٰمࣲ لِّلۡعَبِیدِ ۝١٠ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَعۡبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرۡفࣲۖ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَیۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةَۚ ذَ ٰ⁠لِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِینُ ۝١١ یَدۡعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا یَضُرُّهُۥ وَمَا لَا یَنفَعُهُۥۚ ذَ ٰ⁠لِكَ هُوَ ٱلضَّلَـٰلُ ٱلۡبَعِیدُ ۝١٢ یَدۡعُوا۟ لَمَن ضَرُّهُۥۤ أَقۡرَبُ مِن نَّفۡعِهِۦۚ لَبِئۡسَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَلَبِئۡسَ ٱلۡعَشِیرُ ۝١٣﴾ [الحج ٨-١٣]

Terjemah Ayat (QS. al-Hajj ayat 8-13)

“Dan di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa Kitab yang memberi cahaya.

Dia memalingkan lambungnya (dengan sombong) untuk menyesatkan dari jalan Allah. Baginya kehinaan di dunia, dan Kami akan merasakan kepadanya pada hari Kiamat azab yang membakar.

(Itu) disebabkan oleh apa yang telah dilakukan oleh kedua tanganmu, dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.

Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah di tepi (keimanan); maka jika dia memperoleh kebaikan, dia merasa tenteram dengannya, dan jika dia ditimpa cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.

Dia menyeru selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.

Dia menyeru sesuatu yang mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh buruk pelindung itu dan sungguh buruk pula teman yang menyertainya.”

Penjelasan Kosakata :

  • Membantah tentang Allah (يُجَادِلُ فِي اللَّهِ): memperdebatkan tentang Allah dengan menisbatkan sekutu, anak, atau kelemahan kepada-Nya.
  • Tanpa ilmu (بِغَيْرِ عِلْمٍ): tanpa ilmu dari Allah dan Rasul-Nya.
  • Tanpa kitab yang memberi cahaya (وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ): tanpa wahyu yang menjelaskan kebenaran dan membatalkan kebatilan.
  • Memalingkan lambungnya (ثَانِيَ عِطْفِهِ): memiringkan leher atau badan dengan sombong.
  • Baginya kehinaan di dunia (لَهُ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ): kehinaan dan kerendahan, seperti yang terjadi pada hari Badar.
  • Allah tidak menzalimi hamba (لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ): Allah tidak mengazab tanpa sebab dari hamba.
  • Menyembah Allah di tepi (يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ): beribadah dalam keadaan ragu, tidak mantap.
  • Ia merasa tenteram (اطْمَأَنَّ بِهِ): tenang ketika mendapat kebaikan.
  • Ditimpa cobaan (أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ): ujian seperti kekurangan harta atau sakit.
  • Berbalik ke belakang (انقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ): kembali kepada kekafiran.
  • Tidak memberi mudarat dan manfaat (مَا لَا يَضُرُّهُ وَمَا لَا يَنْفَعُهُ): berhala yang tidak berkuasa apa-apa.
  • Seburuk pelindung (لَبِئْسَ الْمَوْلَىٰ): sejelek-jelek penolong.
  • Seburuk teman (لَبِئْسَ الْعَشِيرُ): sejelek-jelek sahabat yang selalu menyertai.

Makna Ayat

Allah menyebutkan tipe manusia yang membantah tentang-Nya tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa dasar wahyu. Mereka berbicara tentang Allah dengan kebodohan, bahkan menisbatkan kepada-Nya hal-hal yang tidak layak seperti sekutu, anak, atau kelemahan. Contoh tokoh seperti ini adalah Abu Jahl.

Sifat mereka adalah sombong, berpaling dari kebenaran, dan tujuan mereka bukan mencari kebenaran, tetapi menyesatkan orang lain dari jalan Allah. Akibatnya, mereka mendapatkan kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat, sebagai balasan dari perbuatan mereka sendiri.

Kemudian Allah menyebutkan tipe lain: orang yang beribadah kepada Allah dengan keraguan. Jika mendapatkan kebaikan, dia tetap dalam Islam. Namun jika tertimpa ujian, dia kembali kepada kekafiran. Orang seperti ini rugi di dunia dan di akhirat.

Selanjutnya dijelaskan bahwa orang tersebut menyembah selain Allah yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudarat. Bahkan sesembahan itu lebih dekat mudaratnya daripada manfaatnya. Maka Allah mencela sesembahan itu sebagai seburuk-buruk pelindung dan teman.

Pelajaran dari Ayat

  1. Buruknya perdebatan tanpa ilmu dalam urusan agama.
  2. Tercelanya sifat sombong dan angkuh.
  3. Ibadah tidak bermanfaat jika dilakukan dengan keraguan.
  4. Keimanan harus dibangun di atas keyakinan, bukan keraguan.
  5. Penegasan tauhid dan celaan terhadap syirik serta pelakunya.

Sumber : Tafsir Aisaruttafasir Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi

Lihat Juga

QS. al-Hajj ayat 1-4

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman : ﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمۡۚ إِنَّ زَلۡزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَیۡءٌ عَظِیمࣱ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *