قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ:
كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللَّهُ فِيهِ فَهُوَ عِيدٌ،
كُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِي طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عِيدٌ.
Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:
- “Setiap hari yang tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah, maka itu adalah hari raya.
- Setiap hari yang dilalui seorang mukmin dalam ketaatan kepada Tuhannya, dalam berdzikir dan bersyukur, maka itu adalah hari raya baginya.”
Makna Singkat
Hakikat kebahagiaan bukan terletak pada momen tertentu saja seperti hari raya, tetapi pada setiap hari yang dipenuhi dengan ketaatan. Seorang mukmin menjadikan seluruh harinya bernilai ibadah, sehingga hidupnya penuh dengan “hari raya” dalam makna spiritual.
Ini juga menunjukkan bahwa ukuran kebahagiaan dalam Islam bukanlah duniawi, tetapi kedekatan dengan Allah: semakin dekat seorang hamba kepada-Nya, semakin sering ia merasakan “kebahagiaan sejati”.
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits