Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Kedermawanan Tanpa Batas

Lafazh Hadits

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ سِنَانٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ نَاسًا مِنَ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أَنْفَقَ كُلَّ شَيْءٍ بِيَدِهِ:
«مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ».
(متفق عليه)


Terjemah:

Dari Abu Sa’id Sa’d bin Sinan al-Khudri رضي الله عنه: Bahwa suatu ketika beberapa orang dari kaum Anshar meminta sesuatu kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau pun memberikannya kepada mereka. Kemudian mereka meminta lagi, lantas beliau kembali memberikannya kepada mereka. Hal ini terus berlangsung hingga habislah apa yang ada pada diri beliau.

Beliau berkata kepada mereka, yakni ketika beliau telah memberikan semua yang ada di tangannya:

“Apa pun kebaikan yang ada padaku, tidak akan pernah aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa yang menjaga kehormatan diri (tidak meminta-minta), maka Allah akan menjaganya. Barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barang siapa yang berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.(Muttafaq ‘alaih)

Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (III/335—Fathul Bari) dan Muslim (no. 1053)

Kandungan Hadits

  1. Kedermawanan dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang dijadikan sebagai sifat atau tabiat yang melekat pada diri beliau.

  2. Kekayaan tidak dinilai berdasarkan banyaknya barang berharga yang dimiliki, tetapi kekayaan yang sejati adalah kaya jiwa.

  3. Anjuran untuk selalu merasa puas dan menjaga kehormatan diri.

  4. Kemuliaan akhlak dan ketinggian sifat seperti itu dapat diperoleh dengan mengarahkan dan menjadikan jiwa cenderung terhadapnya. Inilah bukti yang menunjukkan kemuliaan akhlak bisa digapai.

  5. Boleh memberi kepada orang yang meminta dua kali.

  6. Tidak mengapa meminta maaf dan tidak memberi apa-apa kepada orang yang meminta-minta.

  7. Diperbolehkan meminta-minta jika dalam keadaan terpaksa dan tidak ada jalan lain (karena kebutuhan), tetapi meninggalkannya dan bersabar adalah lebih baik, hingga Allah ﷻ memberikan jalan keluar.

Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 1, Syaikh Salim bin Ied al-Hilali
Bab 3: Sabar, No Hadits 26

Lihat Juga

Nabi Musa dan Malaikat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: أرسل ملك الموت إلى موسى …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *