Lafazh Hadits
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي. (رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia menuturkan: “Aku pernah menanyakan: ‘Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang harus dibaca jika aku mendapatkan malam Lailatul Qadar?’
Beliau menjawab: ‘Ucapkanlah: Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.’ (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: “Hadits hasan shahih.”)
Pengesahan Hadits
Shahih. Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (3513) dengan sanad shahih.
Kosa Kata Hadits
- أَرَأَيْتَ : Beritahukanlah kepadaku.
Kandungan Hadits
-
Lailatul Qadar mempunyai tanda-tanda yang terkadang tampak oleh sebagian hamba Allah, tetapi tidak oleh yang lainnya.
- Dianjurkan bertanya kepada ulama terlebih dahulu bila ada suatu hal penting sebelum dilakukan.
- Al-‘Afuwwu: Maha Pemaaf, salah satu asma Allah.
- Penegasan sifat cinta bagi Allah dan Allah mencintai maaf.
- Memohonkan kebaikan akhirat seharusnya didahulukan daripada memohon kebaikan dunia. Sebab, lingkup keberuntungan dan kemenangan adalah akhirat.
-
Apabila seorang hamba Allah mengetahui saat yang mustajab atau merasa dalam kondisi dekat dengan Allah, maka seyogianya dia menampakkan kefakirannya dan kecenderungan hatinya kepada Allah.
Syarah Riyadhush Shalihin, Syaikh Salim bin Ied al-Hilali
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits