Official Website al-Ustadz Yahya Firmansyah, M.Pd.
Breaking News

Berbuka dan Sahur

Lafazh Hadits

وَعَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَقَالَ لَهَا مَسْرُوقٌ: رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِلَاهُمَا لَا يَأْلُو عَنِ الْخَيْرِ، أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ، وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ، فَقَالَتْ: مَنْ يُعَجِّلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ؟ قَالَ: عَبْدُ اللَّهِ (يَعْنِي ابْنَ مَسْعُودٍ)، فَقَالَتْ: هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ. (رواه مسلم)

Dari Abu Athiyah, ia menuturkan: “Aku dan Masruq pernah berkunjung ke rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Masruq lantas berkata kepadanya:

‘Ada dua orang dari Sahabat Muhammad ﷺ yang kedua-duanya tidak berlambat-lambat untuk bisa memperoleh kebaikan. Maka salah seorang di antara mereka segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka puasa, sedangkan yang lainnya mengakhirkan shalat Maghrib dan berbuka puasa?’

Aisyah pun bertanya: ‘Siapa yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka puasa?’

Jawab Masruq: ‘Abdullah (Ibnu Mas’ud).’

Berkata Aisyah: ‘Demikianlah yang biasa Rasulullah ﷺ lakukan.’” (HR. Muslim)


Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1099).


Kosa Kata Hadits

  • لَا يَأْلُونَ : Tidak berlambat-lambat.

Kandungan Hadits

  1. Apabila ada masalah aneh atau sulit, atau masalah yang dalilnya meragukan bagi diri seseorang, maka disunnahkan bertanya kepada ahli ilmu.
  2. Hadits ini menjelaskan betapa gigihnya para Sahabat Muhammad ﷺ memburu kebaikan dan berlomba-lomba untuk mendapatkan amal kebaikan dan takwa, serta kuatnya berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
  3. Mengakhirkan makan sahur dan segera berbuka itulah as-Sunnah. Hadits-hadits yang menunjukkan hal ini banyak sekali dan statusnya mutawatir.
  4. Hadits ini menjelaskan sifat-sifat terpuji dari Abdullah ibnu Mas’ud dan usahanya untuk selalu menyesuaikan perilaku dengan Rasulullah ﷺ.
  5. As-Sunnah terkadang tidak diketahui juga oleh sebagian Muslim di kalangan Sahabat رضي الله عنهم.
  6. Kebaikan yang dinyatakan sah oleh syara’ (syariat) adalah kebaikan yang sesuai dengan as-Sunnah.

Syarah Riyadhush Shalihin, Syaikh Salim bin Ied al-Hilali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *