Lafazh Hadits
وَعَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَقَالَ لَهَا مَسْرُوقٌ: رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كِلَاهُمَا لَا يَأْلُو عَنِ الْخَيْرِ، أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ، وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ، فَقَالَتْ: مَنْ يُعَجِّلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ؟ قَالَ: عَبْدُ اللَّهِ (يَعْنِي ابْنَ مَسْعُودٍ)، فَقَالَتْ: هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ. (رواه مسلم)
Dari Abu Athiyah, ia menuturkan: “Aku dan Masruq pernah berkunjung ke rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Masruq lantas berkata kepadanya:
‘Ada dua orang dari Sahabat Muhammad ﷺ yang kedua-duanya tidak berlambat-lambat untuk bisa memperoleh kebaikan. Maka salah seorang di antara mereka segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka puasa, sedangkan yang lainnya mengakhirkan shalat Maghrib dan berbuka puasa?’
Aisyah pun bertanya: ‘Siapa yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka puasa?’
Jawab Masruq: ‘Abdullah (Ibnu Mas’ud).’
Berkata Aisyah: ‘Demikianlah yang biasa Rasulullah ﷺ lakukan.’” (HR. Muslim)
Pengesahan Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1099).
Kosa Kata Hadits
- لَا يَأْلُونَ : Tidak berlambat-lambat.
Kandungan Hadits
- Apabila ada masalah aneh atau sulit, atau masalah yang dalilnya meragukan bagi diri seseorang, maka disunnahkan bertanya kepada ahli ilmu.
- Hadits ini menjelaskan betapa gigihnya para Sahabat Muhammad ﷺ memburu kebaikan dan berlomba-lomba untuk mendapatkan amal kebaikan dan takwa, serta kuatnya berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
- Mengakhirkan makan sahur dan segera berbuka itulah as-Sunnah. Hadits-hadits yang menunjukkan hal ini banyak sekali dan statusnya mutawatir.
- Hadits ini menjelaskan sifat-sifat terpuji dari Abdullah ibnu Mas’ud dan usahanya untuk selalu menyesuaikan perilaku dengan Rasulullah ﷺ.
- As-Sunnah terkadang tidak diketahui juga oleh sebagian Muslim di kalangan Sahabat رضي الله عنهم.
- Kebaikan yang dinyatakan sah oleh syara’ (syariat) adalah kebaikan yang sesuai dengan as-Sunnah.
Syarah Riyadhush Shalihin, Syaikh Salim bin Ied al-Hilali
MDQ (MAKTABAH DAAR AL-QOLAM) Markaz Kajian Quran dan Hadits